ads

Friday, 15 May 2020

  • Follow us

Aliansi LSM BU Pertanyakan Pengadaan Penyaluran 44 Ribu Paket Sembako



Bengkulu Utara, gotonesia.com - Ketua Aliansi LSM Kabupaten Bengkulu Utara, Rozi HR mempertanyakan siapa pengguna anggaran sebesar Rp 11,5 Milliar untuk penanganan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sehingga pihak Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara melemparkan tanggung jawab Pengguna Anggaran (PA) tersebut ke pihak Kecamatan. 

Dengan dalil Dinas Sosial hanya sebatas memverifikasi data, sedangkan pihak kecamatan hanya menerima paket sembako tersebut dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara. Saling lempar beban dan tugas itu tidak akan menyelesaikan masalah, Bahkan memperkeruhkan suasana.

Realisasi Anggaran sebesar Rp 11,5 Milliar untuk pengadaan bantuan sebanyak 44 ribu paket sembako yang telah dibagi-bagikan kepada masyarakat terkesan sangat janggal, "Saya curiga jangan-jangan di balik pengadaan sembako untuk penanganan Covid-19 ini ada pihak yang mencari keuntungan yang luar biasa", ungkap Rozi.

Belum lagi 44 ribu paket sembako, masih di pertanyakan datanya dari mana, data tersebut oleh Tim Pansus DPRD kabupaten Bengkulu Utara. Dalam hal ini kuat dugaan mundurnya Kadis Sosial, Suwanto selaku pengguna Anggaran (PA) sebagai kadis sosial, karena diduga tidak pegang anggaran.

Pembelian paket sembako yang telah di bagikan kepada 44 ribu KK sebagai penerima, jangan-jangan surat pernyataan yang akan bergentayangan di kemudian hari.

Reporter Zamhori
Don't Miss

Menarik Lainnya