Eksplore Semua Keindahan Alam Bumi Nusantara, Ayo Ke Indonesia Sensasi Air Terjun Pemotongan, Wisata Anti Mainstream Kaum Millenial

Sensasi Air Terjun Pemotongan, Wisata Anti Mainstream Kaum Millenial

Loading...
Hal pertama yang saya lakukan pada saat melihat air terjun ini adalah terdiam, lalu terpesona dan jatuh cinta seperti pada pandangan pertama, air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 25 meter ini, adalah salah satu surga tersembunyi yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser yang wajib kamu datangi jika terkunjung ke Aceh umumnya dan Aceh Tenggara khususnya.
Air terjun pemotongan, Aceh

Masyarakat Kutacane dan sekitarnya, menyebut air terjun ini dengan sebutan air terjun pemotongan, merujuk kepada kute atau desa lokasi air terjun ini berada, Desa Pemotongan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Untuk menuju kesana, kita bisa menggunakan pilihan alat transportasi angkutan umum roda empat dengan istilah lokal mobil lawe rute Kutacane-ketambe dengan tarif Rp 10.000 per/orang, dengan memakan waktu kurang lebih 20 menit, tetapi, disarankan buat kamu yang ingin mencoba sensasi yang berbeda dalam berwisata, cobalah menggunakan kendaraan roda dua, hal itu juga akan berguna nantinya, seperti yang saya lakukan bersama teman-teman lainnya pada saat berkesempatan berwisata ke air terjun ini.

Oh ya, angkutan umum roda empat hanya bisa mengantar anda ke Pintu masuk pertama, tanda anda sudah sampai ke pintu masuk pertama adalah anda akan menjumpai sebuah jembatan gantung atau masyarakat sekitar menyebutnya leumpe yang membelah sungai Alas.

Nah, disini letak manfaat jika anda memilih mengendarai sepeda motor menuju air terjun ini, karena jembatan gantung yang bisa dikatakan masih sangat tradisional ini yang terbuat dari kayu dan tali besi seadaanya hanya bisa dilewati oleh sepeda motor dan pejalan kaki saja loh, itupun juga harus dilewati bergantian tidak bisa secara bersamaan.

Jika sudah melewati jembatan gantung tersebut, kita akan menempuh waktu kurang lebih 15-25 menit untuk sampai ke pos kedua atau pintu masuk kedua, untuk menuju ke pos kedua ini kalian akan merasakan sensasi seperti lagi motorcross karena medannya yang agak menantang sedikit naik, turun, bebatuan dan sepanjang mata memandang hanya terhampar asrinya hutan hujan tropis Gunung Leuser, jernihnya sungai yang jika diperhatikan seperti kaca karena begitu beninng, sejuk dan asrinya air ditempat itu.

Sampai di pos kedua, tandanya adalah kendaraan roda dua tidak bisa lagi dilewati, dan kita hanya bisa melanjutkannya dengan berjalan kaki, nah, disinilah letak kamu harus menggunakan atau menyewa guide masyarakat sekitar, kami juga pada saat itu menyewa seorang guide dari masyarakat sekitar, lalu, tarifnya?? Kalian bisa pandai-pandai nego saja karna tidak ada istilah tarif disana untuk menuju air terjun, yang ada hanya uang rokok, atau uang pengganti lelah.

Dari pos kedua untuk sampai ke pos terakhir air terjun, memakan waktu perjalanan 30 menit lebih, disini kalian harus ekstra fokus karna medan yang dilewati saat berjalan kaki adalah lumayan berat ala-ala tracking anak gunung gitu, sepanjang jalan kalian akan melihat hutan yang pohon-pohonnya masih berlumut tanda masih bagusnya udara ditempat itu.

Setengah dari perjalanan menuju ke pos terakhir kalian akan melihat sebuah lokasi yang jika dilihat menyerupai seperti berbentuk gua namun tidak menutup secara bagus, dari langit-langit gua itu menetes air dari langit-langitnya sangat keren jika kamu ingin ber-swafoto disitu. Semua perjuangan dan lelahmu akan terbayar sudah saat anda sampai dan melihat air terjun pemotongan dan langsung mencoba mandi di kolam yang jatuh langsung dari air terjun itu.

Air terjun pemotongan akan berasa milik kamu sendiri dan private karna masih jarangnya pengunjung berwisata kesana, dan tentunya terjaga, jika kamu yang enggan mandi kamu juga bisa menimati angin dan gemercik air terjun yang turun secara beraturan dengan menikmati minum segelas kopi Gayo yang sudah terkenal itu.

Betah rasanya jika berlama-lama disana, dan waktu seakan cepat berlalu, namun apalah daya kita harus cepat bergegas meninggalkan lokasi air terjun itu karna cuaca bisa berubah secara ekstream sewaktu-waktu jika menjelang sore hari. Jangan lupa sebelum meninggalkan lokasi air terjun sampahnya dibawa pulang yaa agar lokasi di air terjun pemotongan tetap terjaga keasriannya, okee, aku tunggu kedatangan kalian disini.

Ayo ekplore keindahan alam yang ada di bumi Nusantara, Ayo Ke Indonesia

Artikel dan Photo by : Riduwan Philly, Kabupaten Aceh Tenggara, NAD

Post a Comment

2 Comments

  1. Sangat bermanfaat, Kunjungi juga blog berisi tentang akuntansi dan bisnis

    https://akupecintaakuntansi.blogspot.com

    ReplyDelete